Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Biodata Profil Agama, Karir Dan Pendidikan Anies Baswedan

biodata anies baswedan keturunan, suku anies baswedan, tempat tanggal lahir anies baswedan, anies baswedan keturunan yaman,

Biodata Profil Agama, Karir Dan Pendidikan Anies Baswedan - Sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta, perjalanan hidup dan profil Anies Baswedan menjadi informasi yang menarik untuk diketahui. Sejak 16 Oktober 2017, H. Anies Rasyid Baswedan, S.e., M.P.P., Ph. D. menjabat sebagai Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 

Berikut adalah biografi perjalanan hidup dan profil Anies Baswedan secara lengkap.

Perjalanan Hidup dan Profil Anies Baswedan Saat Kecil

Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969 di Kuningan, Jawa Barat,. Rasyid Baswedan, ayahnya, adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Beliau adalah cucu dari H. Abdurrahman Baswedan atau A.R. Baswedan. 

Kakek dari pihak ayah, Anies, dipuja sebagai pahlawan nasional dan terkenal karena karyanya sebagai patriot, jurnalis, aktivis kemerdekaan Indonesia, diplomat, misionaris, dan penulis. 

Ibunda beliau adalah dosen dan guru besar emeritus Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M.Pd. Selain terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan di Yogyakarta, Hj. Aliyah Rasyid juga menjabat tiga periode sebagai ketua DPP Wanita Islam DIY dan telah aktif mengarahkan penyaluran beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari latar belakang kurang mampu selama lebih dari tiga dekade.

Profil Anies Baswedan dikenal sebagai anak yang ramah dan memiliki banyak teman. Anies melanjutkan ke SMP Negeri 5 Yogyakarta untuk pendidikan menengah pertama. 

Beliau juga memegang peran manajemen di bidang hubungan masyarakat dan terkenal karena berpartisipasi dalam organisasi intra sekolah (OSIS). Anies menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 2 Yogyakarta . 

Anies terpilih sebagai wakil ketua OSIS di SMA dan mengikuti workshop pengembangan kepemimpinan bersama 300 Ketua OSIS lainnya dari seluruh Indonesia. Kemudian terpilih juga sebagai Ketua OSIS Seluruh Indonesia pada tahun 1985.

Anies Baswedan terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS pada tahun 1987, dan ia menghabiskan satu tahun tinggal di Milwaukee, Wisconsin, di Amerika Serikat. Akibat skema ini, Anies diharuskan menyelesaikan sekolah menengah empat tahun. 

Beliau berkesempatan bekerja di dunia jurnalistik setelah kembali ke Yogyakarta. Anies menjadi pewawancara warga negara terkemuka ketika ia mengikuti program Tanah Merdeka di stasiun televisi Republik Indonesia di Yogyakarta.

Profil Anies Baswedan Masa Kuliah

Anies masuk perguruan tinggi pada tahun 1989 dan diterima di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Fakultas Ekonomi. Anies terus terlibat dalam organisasi dengan bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Gadjah Mada.

Anies bergabung dengan salah satu Dewan Keselamatan organisasi tersebut. Ketika Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dibekukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1992, dia menjabat sebagai ketuanya dan bekerja untuk menghidupkannya kembali.

Anies Baswedan dianugerahi beasiswa oleh Japan Airlines Foundation pada tahun 1993 sehingga dapat mengikuti program studi musim panas studi Asia di Universitas Sophia di Tokyo. Anies memenangkan lomba menulis bertema lingkungan dan mendapatkan beasiswa. 

Hingga akhirnya pada tahun 1995, Anies mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Gadjah Mada. Dan mulai bekerja di Pusat Studi Ekonomi Antar Universitas di Universitas Gadjah Mada setelah menerima gelarnya.

Anies menikah dengan Hj. Fery Farhati Ganis, S.Psi, M.Sc. pada 11 Mei 1996. Sejak 16 Oktober 2017, istrinya, seorang akademisi, menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta. 

Anies Baswedan memiliki empat anak dari pernikahannya dengan Fery Farhaty. Adapun nama ke-empat anaknya yaitu: Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hakim Baswedan.

Karena profil Anies Baswedan yang luar biasa, ia dianugerahi hibah Fulbright oleh American Indonesian Exchange Foundation pada tahun 1997 untuk mengejar gelar masternya di bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs University of Maryland. 

Anies lulus dari universitasnya pada Desember 1998 dan juga mendapat penghargaan William P. Cole III Fellow. Anies mendapatkan beasiswa lagi untuk menyelesaikan studi ilmu politiknya di Northern Illinois University pada tahun 1999, tidak lama setelah lulus dari Maryland. 

Perjalanan Karir Anies Baswedan

Membaca Profil Anies Baswedan tidak lengkap tanpa mendalami perjalanan karirnya hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta. Anies bekerja sebagai riset manager di IPC, Inc. Chicago, sebuah asosiasi bisnis elektronik global, setelah menyelesaikan studi doktoralnya di sana pada 2004. Anies menerima posisi itu karena kekurangan dana untuk kembali ke Indonesia.

 Anies dilantik sebagai Rektor Universitas Paramadina pada 15 Mei 2007. Anies yang saat itu berusia 38 tahun, menorehkan sejarah dengan menjadi rektor termuda di Indonesia. 

Anies menyusun rencana sebagai rektor, dengan tujuan khusus menerima Beasiswa Paramadina atau beasiswa. Penghargaan ini membayar biaya hidup, buku, dan uang sekolah. 

Profil Anies Baswedan berlanjut ketika beliau didaulat terjun ke dunia politik pada 2013, dengan memimpin bangsa dan bertindak sesuai konvensi Demokrat. 

Undangan itu termasuk ajakan bertindak untuk membantu menepati janji Kemerdekaan. Bersama sebelas orang lainnya, Anies Baswedan menerima bingkisan tersebut. Gerakan Tangan Bawah dimulai oleh Anies Baswedan pada Agustus 2013. 

Gerakan ini mendorong pengendalian pemerintah dan mengajak semua orang untuk ikut serta mengelola bangsa ini dan mewujudkan janji kemerdekaan. Lebih dari 35.000 relawan dikumpulkan sebagai hasil dari upaya ini.

Beliau memilih pengusaha dan kandidat Partai Gerindra Sandiaga Uno untuk mewakilinya dalam pemilihan gubernur. Nomor urut Tiga didapat kepada Anies dan Sandiaga pada pengundian. Slogan kampanye kedua adalah "Jakarta Maju Bersama". 

Anies dan Sandi memperoleh 57,96% suara di putaran final pemilihan kepala daerah. Pada 16 Oktober 2017, Anies dan Sandiaga resmi dilantik di Istana Merdeka Jakarta. 

Berapa Harta Kekayaan Anies Baswedan ?

Berdasarkan LHKPN 2021, Anies Baswedan tercatat memiliki harta Rp 10.955.779.684 (Rp 10,95 miliar). 

Adapun sebagian besar harta miliknya berupa enam bidang tanah dan bangunan senilai Rp.14.715.962.000 (Rp 14,7 miliar).  Anies juga tercatat punya tiga unit kendaraan senilai Rp 550 juta. Harta bergerak lainnya senilai Rp 1.367.366.531 (Rp 1,3 miliar), surat berharga Rp 61.070.000 (Rp 60 juta), kas dan setara kas Rp 1.208.221.107 (Rp 1,2 miliar), serta harta lainnya Rp 659.921.865 (Rp 659 juta). 

Meski demikian Anies Baswedan tercatat memiliki utang yang berjumlah Rp 7.606.761.819 (Rp 7,6 miliar). 

Dengan demikian total harta yang dimilikinya sekitar Rp 10.955.779.684 (Rp 10,95 miliar)

Alamat Akun Media Sosial Resmi Anies Baswedan.

Bagi anda yang ingin mengikuti Anies Baswedan lebih lanjut melalui media sosialnya. Anda dapat mengunjungi media sosial beliau pada link di bawah ini.

Akun Instagram : https://www.instagram.com/aniesbaswedan/
Akun Twitter     : https://twitter.com/aniesbaswedan
Akun Youtube: https://www.youtube.com/c/aniesbaswedan

Perjalanan karir dan profil lengkap Anies Baswedan patut disimak. Anda juga bisa mendalami profil Anies Baswedan dari sumber-sumber lain.

-Sekian-

Post a Comment for " Biodata Profil Agama, Karir Dan Pendidikan Anies Baswedan "